Tonali Pindah ke London: Tottenham Jadi Taruhan di Puncak Kariernya
July 4, 2026 ยท Global
Sandro Tonali meninggalkan Newcastle menuju Tottenham dalam transfer rekor, mencari petualangan baru di bawah pelatihan Roberto De Zerbi.
Di usia 26 tahun, dalam puncak kematangan karier sepak bolanya, Sandro Tonali membuat salah satu keputusan paling dibicarakan musim panas ini. Ia meninggalkan Newcastle setelah tiga musim yang baik dan bergabung dengan Tottenham melalui kesepakatan senilai 116 juta euro, menjadikannya pemain Italia termahal sepanjang masa. Ini adalah transfer yang menegaskan nilainya, tetapi sekaligus menimbulkan beberapa pertanyaan.
Gelandang timnas Italia ini mengungkapkan kebahagiaannya atas keputusan tersebut sebelum terbang ke London: "Saya sangat senang, semuanya terasa berbeda, kami telah memutuskan untuk berubah dan siap untuk petualangan baru ini." Mengenai kemungkinan kembali ke Serie A, ia menutup semua peluang: "Itu selalu sangat sulit, tidak pernah ada kemungkinan nyata. Milan? Kami selalu bercanda tentang itu, mungkin suatu hari kita akan membicarakannya secara serius."
![]()
Dari sisi ekonomi dan pribadi, pilihan ini dapat dimengerti. Tottenham menginvestasikan jumlah besar dan memberinya peran sebagai pemimpin dalam proyek baru. Namun, dari segi teknis, masih ada beberapa keraguan. Tonali pindah dari Newcastle ke klub yang dalam beberapa tahun terakhir kesulitan untuk menemukan konsistensi di level tertinggi. Di usia 26 tahun, ketika seorang gelandang biasanya berada di puncak kariernya, adalah wajar untuk membayangkan loncatan menuju tim yang sudah siap bersaing untuk trofi-trofi besar Eropa. Namun, ada satu unsur yang membuat proyek Spurs sangat menarik: kehadiran Roberto De Zerbi.
Ide untuk melihat Tonali bekerja dengan salah satu pelatih Italia yang paling inovatif dan dihormati di panggung internasional mungkin merupakan salah satu alasan paling menarik dari pilihan ini. De Zerbi suka membangun permainan dari bawah dan menghargai gelandang yang mampu mengatur tempo, memecah garis, dan memimpin pressing: karakteristik yang merupakan bagian dari DNA mantan pemain Milan ini. Tottenham memberinya posisi sentral dan kesempatan untuk menjadi simbol dari siklus baru; jika proyek teknis ini berhasil, pilihan ini akan terlihat jauh ke depan. Namun, jika Spurs terus menghadapi kesulitan seperti dalam beberapa tahun terakhir, akan ada perasaan bahwa Tonali, di saat paling berharga dalam kariernya, seharusnya bisa mengincar tujuan yang lebih prestisius.