Mesir menuduh adanya bias terhadap Argentina dan Lionel Messi setelah kekalahan mereka di Piala Dunia 2026, menimbulkan pertanyaan tentang keputusan wasit dan favoritisme.
Piala Dunia 2026: Apakah Tuduhan Mesir Terhadap Argentina Adalah
Menurut Bbc.
Latar belakang
Argentina, sebagai juara bertahan Piala Dunia, menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan gelar mereka. Kemenangan melawan Mesir menunjukkan ketahanan tim, namun kontroversi yang menyertai pertandingan ini dapat mempengaruhi moral dan fokus pemain. Lionel Messi, sebagai bintang tim, akan terus menjadi sorotan, baik dalam hal performa di lapangan maupun dalam konteks tuduhan yang dialamatkan kepada timnya.
Mengapa ini penting
Kekalahan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menimbulkan kontroversi yang signifikan, dengan tuduhan bias terhadap Argentina dan Lionel Messi. Hal ini tidak hanya berdampak pada reputasi wasit, tetapi juga dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap integritas turnamen. Ketegangan ini mencerminkan tekanan yang dihadapi tim-tim dalam kompetisi besar seperti Piala Dunia, di mana setiap keputusan bisa berpengaruh besar terhadap hasil akhir.
Poin Utama
- Piala Dunia 2026: Apakah Tuduhan Mesir Terhadap Argentina Adalah.
- Mesir menuduh adanya bias terhadap Argentina dan Lionel Messi setelah kekalahan mereka di Piala Dunia 2026, menimbulkan pertanyaan tentang keputusan wasit dan favoritisme.
- Lionel Messi remains central to Argentina's plans.
Argentina berjuang keras untuk mempertahankan gelar Piala Dunia mereka, dan mereka memerlukan usaha ekstra. Di babak 16 besar, La Albiceleste diharapkan dapat dengan mudah mengalahkan Cape Verde dan Mesir, tetapi mereka harus berjuang hingga detik terakhir untuk meraih kemenangan 3-2. Pertandingan melawan Mesir menjadi sorotan karena negara Afrika ini meminta FIFA untuk mengeluarkan para pejabat yang memimpin pertandingan tersebut dari turnamen. Mesir menuduh adanya keberpihakan terhadap Argentina dan favoritisme terhadap bintang mereka, Lionel Messi. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menyatakan bahwa timnya diperlakukan "tidak adil" dan "mengalami ketidakadilan". Hassan bahkan mengklaim bahwa FIFA mungkin ingin mempertahankan juara dunia dalam kompetisi ini dan ingin Messi tetap bersaing.
Tuduhan ini muncul ketika Mesir mengalami frustrasi setelah kekalahan mereka pada Selasa lalu. Mereka sempat memimpin 2-0 dengan sisa waktu 11 menit, hampir mencapai perempat final untuk pertama kalinya. Namun, Argentina berhasil membalikkan keadaan dan mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir. Mesir menilai ada yang lebih dari sekadar kebetulan yang terjadi pada pertandingan tersebut. Mereka menyebutkan "kesalahan serius dalam keputusan wasit" dan "standar ganda" dari wasit asal Prancis, Francois Letexier dan timnya. Gol Mesir dibatalkan setelah intervensi video asisten wasit (VAR), dan mereka mengklaim bahwa gol kemenangan Argentina seharusnya dibatalkan dan penalti diberikan kepada mereka.

Gol indah Mostafa Zico dianulir setelah Marwan Attia dianggap melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez yang memicu gerakan itu. Mesir juga merasa mereka memiliki dua klaim penalti sebelum Enzo Fernandez mencetak gol penentu. Hamdi Fathy jatuh ke tanah mengklaim ditahan oleh Alexis Mac Allister, yang tidak jelas di tayangan ulang, sementara Mohamed Salah merasa dijatuhkan oleh Julian Alvarez. Walaupun situasi Martinez dan Salah mirip, tidak ada cukup bukti untuk menganggap itu sebagai pelanggaran yang layak mendapat penalti.
Argentina menghadapi risiko di perempat final. Seventeen pemain terancam absen di semifinal jika mereka mendapat kartu kuning. Namun, risiko ini tidak terlalu besar bagi Argentina, dengan hanya Gonzalo Montiel yang terancam. Sementara itu, pelatih Inggris, Thomas Tuchel, memiliki empat pemain yang terancam, termasuk Jude Bellingham dan Declan Rice. Meski Argentina telah melakukan lebih banyak pelanggaran dibandingkan Inggris, mereka menerima setengah dari jumlah kartu kuning yang didapatkan Inggris. Ini bisa menunjukkan bahwa Argentina diperlakukan lebih baik dibandingkan dengan jumlah pelanggaran yang mereka lakukan.
FIFA juga melakukan sedikit perubahan pada undian Piala Dunia. Empat negara teratas dalam peringkat FIFA, yaitu Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris, diundi ke dalam kuartal yang berbeda. Dengan cara ini, mereka tidak akan bertemu hingga semifinal jika mereka memenangkan grup mereka, yang mana terbukti sudah terjadi. Argentina tampaknya memiliki jalan yang lebih mudah, meskipun mereka hanya menang tipis melawan Cape Verde dan Mesir. Di babak perempat final, mereka akan menghadapi Swiss, yang berada di peringkat 19 dunia. Sementara Inggris tidak akan menghadapi salah satu dari sepuluh besar dunia kecuali mereka bertemu Argentina di semifinal yang mungkin terjadi. Dalam hal penalti, Argentina memimpin dengan tiga penalti yang diberikan, meskipun Messi gagal mengeksekusi dua di antaranya.
Apa yang terjadi selanjutnya
Dengan kemenangan tipis atas Mesir, Argentina kini melanjutkan perjuangan mereka untuk mempertahankan gelar Piala Dunia 2026. Mesir, di sisi lain, mungkin akan mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terkait keputusan wasit yang mereka anggap merugikan. Sementara itu, La Albiceleste akan berusaha untuk memperbaiki performa mereka menjelang pertandingan berikutnya, mengingat mereka harus tampil lebih konsisten untuk mencapai tujuan mereka.
Frequently Asked Questions
Apa skor pertandingan antara Argentina dan Mesir di Piala Dunia 2026?
Argentina mengalahkan Mesir dengan skor 3-2.
Bagaimana dampak hasil pertandingan ini terhadap posisi Argentina di tabel Piala Dunia 2026?
Argentina berhasil melanjutkan perjuangan mereka untuk mempertahankan gelar Piala Dunia setelah kemenangan ini.
Apa yang dituduhkan Mesir terhadap Argentina setelah pertandingan?
Mesir menuduh adanya keberpihakan terhadap Argentina dan meminta FIFA untuk mengeluarkan para pejabat pertandingan dari turnamen.
Siapa pemain bintang yang menjadi sorotan dalam pertandingan ini?
Lionel Messi menjadi sorotan karena Mesir merasa ada favoritisme terhadapnya.
Apa jadwal pertandingan selanjutnya untuk Argentina setelah melawan Mesir?
Informasi tentang jadwal pertandingan selanjutnya untuk Argentina belum disebutkan dalam artikel.
Berita Terkait
Berita Terkait