Bola Indonesia Official
BolaINDONESIAEN
WC 2026 🏆
GK+
Kekacauan di FIFA, Infantino Merasa Terasing: Kini Mencari Dukungan
Piala Dunia 2026 (fifa World Cup 2026)

Kekacauan di FIFA, Infantino Merasa Terasing: Kini Mencari Dukungan

August 4, 2026 ·

Bagikan:

Gianni Infantino, presiden FIFA, menghadapi tantangan besar dalam kepemimpinannya dan berusaha mencari dukungan dari Donald Trump, namun upaya ini tidak membuahkan hasil.

Kekacauan di FIFA, Infantino Merasa Terasing: Kini Mencari Dukungan

Mengapa ini penting

Kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA kini berada dalam posisi yang sangat rentan. Dengan meningkatnya kritik dari berbagai federasi nasional dan UEFA, ada kemungkinan besar akan terjadi perubahan kepemimpinan yang dapat berdampak signifikan pada arah organisasi sepak bola dunia ini. Ketidakpastian ini diperparah dengan pengunduran diri penasihat utama Infantino, Carlos Cordeiro, yang menunjukkan adanya ketidakpuasan internal yang mendalam.

Latar belakang

Gianni Infantino, sebagai presiden FIFA, kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan posisinya setelah kritik yang meningkat dan pengunduran diri penasihatnya. Dengan situasi yang semakin tidak stabil, dukungan dari tokoh-tokoh berpengaruh seperti Donald Trump menjadi penting, meskipun upaya tersebut belum berhasil.

Poin Utama

  • Kekacauan di FIFA, Infantino Merasa Terasing: Kini Mencari Dukungan.
  • Gianni Infantino, presiden FIFA, menghadapi tantangan besar dalam kepemimpinannya dan berusaha mencari dukungan dari Donald Trump, namun upaya ini tidak membuahkan hasil.
  • Caos FIFA, Infantino si sente isolato: ora cerca l'appoggio di Trump (che non risponde).
Posisi Gianni Infantino di pucuk FIFA semakin terancam. Setelah langkah kontroversial untuk menciptakan perusahaan komersial yang terbuka bagi investor swasta, presiden badan sepak bola dunia ini kini menghadapi gelombang kritik yang terus meningkat dari dalam organisasi. Beberapa federasi nasional dan UEFA tengah mendorong untuk adanya perubahan kepemimpinan di FIFA. Hanya beberapa minggu lalu, reeleksi Infantino untuk periode ketiga pada tahun 2027 terlihat sebagai hal yang pasti. Namun, situasinya kini telah berubah drastis.

Salah satu tanda paling mencolok dari ketidakpastian ini adalah pengunduran diri mendadak dari penasihat utamanya, Carlos Cordeiro. Cordeiro, yang menentang proyek privatisasi tersebut, ternyata tidak diberi informasi sebelumnya mengenai inisiatif itu. Dalam upaya untuk menggalang kembali dukungan, Infantino berusaha merangkul beberapa sekutu kuat, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurut laporan dari New York Post, Infantino berulang kali mencoba menghubungi Trump, tetapi tidak mendapatkan balasan. Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa Infantino berencana untuk mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, untuk membahas peran sepak bola sebagai alat "soft power" bagi negara tersebut. Namun, rencana tersebut langsung dibantah oleh juru bicara Rubio, Dylan Johnson, yang menyatakan di media sosial bahwa tidak ada pertemuan yang dijadwalkan antara Rubio dan Infantino.

Image

Dari pihak Gedung Putih, juga tidak ada konfirmasi terkait dukungan Trump untuk presiden FIFA. Ketika ditanya tentang kemungkinan dukungan tersebut, juru bicara presiden memilih untuk tidak memberikan komentar. Kontroversi ini tidak hanya terbatas pada kepemimpinan FIFA tetapi juga melibatkan hubungan Infantino dengan Trump. Keduanya telah memperkuat ikatan selama Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, terlihat bersama dalam banyak kesempatan resmi, termasuk dalam upacara penghargaan untuk Spanyol yang menjadi juara dunia.

Hubungan ini juga menimbulkan perhatian dari politikus Amerika, di mana seorang anggota Partai Demokrat secara resmi meminta Infantino untuk bersaksi di depan komite parlemen untuk menjelaskan sifat hubungan mereka. Di sisi lain, organisasi hak asasi manusia FairSquare telah mengajukan laporan kepada Komite Etika Komite Olimpiade Internasional, menuduh presiden FIFA tersebut telah melanggar prinsip netralitas politik yang diharapkan oleh aturan CIO.

Dengan segala kontroversi ini, masa depan Gianni Infantino di FIFA kini terlihat jauh lebih tidak stabil dibandingkan beberapa minggu yang lalu. Dalam dunia sepak bola yang terus berkembang dan penuh dengan tantangan, Infantino perlu berusaha keras untuk mempertahankan posisinya dan mendapatkan kembali kepercayaan dari berbagai pihak.

Apa yang terjadi selanjutnya

Infantino berusaha untuk meraih kembali dukungan dengan mencari sekutu kuat, termasuk Donald Trump. Namun, upaya ini tampaknya tidak membuahkan hasil, mengingat Trump tidak merespons upaya komunikasi Infantino. Di sisi lain, rencana untuk bertemu dengan Marco Rubio juga tampak tidak berjalan, yang menunjukkan bahwa Infantino mungkin perlu mengevaluasi strateginya untuk mempertahankan posisinya di FIFA.

Frequently Asked Questions

Apa yang terjadi dengan Gianni Infantino di FIFA?

Posisi Gianni Infantino di FIFA semakin terancam akibat kritik yang meningkat dan pengunduran diri penasihat utamanya, Carlos Cordeiro.

Siapa yang mengonfirmasi bahwa tidak ada pertemuan antara Infantino dan Marco Rubio?

Juru bicara Marco Rubio, Dylan Johnson, mengonfirmasi bahwa tidak ada pertemuan yang dijadwalkan antara Rubio dan Infantino.

Mengapa Gianni Infantino mencari dukungan Donald Trump sekarang?

Infantino mencari dukungan Trump untuk menggalang kembali dukungan setelah menghadapi kritik dan tantangan terhadap kepemimpinannya di FIFA.

Apa perubahan yang diusulkan oleh federasi nasional dan UEFA terhadap FIFA?

Federasi nasional dan UEFA mendorong untuk adanya perubahan kepemimpinan di FIFA.

Apa yang terjadi dengan rencana pertemuan Infantino dan Marco Rubio?

Rencana pertemuan tersebut dibantah oleh juru bicara Rubio, yang menyatakan tidak ada pertemuan yang dijadwalkan.

Berita Terkait

Piala Dunia 2026 (fifa World Cup 2026)
Bagikan: