Bola Indonesia Official
BolaINDONESIAEN
WC 2026 🏆
GK+
Deschamps Berduka atas Kematian Ibunya, Rabiot: "Ini Sebuah Kejutan, Tapi Ia Tidak Ingin Menunjukkannya ke Tim"

Deschamps Berduka atas Kematian Ibunya, Rabiot: "Ini Sebuah Kejutan, Tapi Ia Tidak Ingin Menunjukkannya ke Tim"

July 1, 2026 · Global

Bagikan:

Adrien Rabiot berbicara tentang kembalinya pelatih Deschamps setelah kehilangan ibunya, saat tim Prancis bersiap untuk pertandingan Piala Dunia melawan Swedia.

Sementara Brasil sedang berjuang untuk meraih kemenangan melawan Jepang demi lolos ke babak 16 besar, Adrien Rabiot dan tim Prancis tengah mempersiapkan diri menghadapi Swedia dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ini adalah momen penting bagi tim Prancis, dan Rabiot tidak melewatkan kesempatan untuk memberikan dukungan kepada pelatih Deschamps yang baru saja mengalami kehilangan.

Deschamps melakukan perjalanan kembali ke kamp tim nasional setelah ibu beliau meninggal dunia. "Sangat sulit ketika ia mengumumkan kepergian ibunya dan harus pergi. Ini adalah kejutan bagi kami," ungkap Rabiot. "Kami senang melihatnya kembali. Tidak mudah untuk menghadapi duka dalam kondisi seperti ini, tetapi ini adalah sepak bola dan dia kembali dengan semangat untuk melakukan yang terbaik dan mencapai sejauh mungkin."

Image

Rabiot juga menyampaikan bahwa tim berusaha memberikan dukungan kepada Deschamps. "Dia sangat terkena dampak, tetapi saya rasa dia berusaha untuk tidak menunjukkan terlalu banyak kepada kami agar tidak memengaruhi suasana tim. Seluruh tim bersatu, kami memahami apa yang ia lalui dan kami akan berusaha memberikan sedikit ketenangan untuknya."

Deschamps dan tim Prancis kini menghadapi tekanan besar setelah kalah di final Piala Dunia sebelumnya melawan Argentina pada 2022. Rabiot menegaskan pentingnya manajemen tekanan. "Kami tidur dengan nyenyak, kami mampu mengelola tekanan dengan baik. Kami bermain kartu, banyak berbicara di antara kami dalam kelompok kecil. Ini juga yang membuat kami memiliki kohesi yang baik."

Meski demikian, mereka harus tetap waspada. "Pengalaman sangat berharga. Kami harus sangat hati-hati, mengambil setiap pertandingan dengan serius dan tidak lengah. Kami pernah mengalami momen di mana kami terlalu santai melawan Swiss dan itu harus dibayar. Segalanya bisa terjadi dalam sebuah pertandingan, dan itulah keindahan sepak bola. Kami belajar dari pengalaman tersebut agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kami telah mempersiapkan dengan baik untuk pertandingan ini dan akan menyelesaikan detail terakhir agar bisa menghadapi pertandingan ini dengan tenang. Kami sangat serius dalam mempersiapkan setiap pertandingan.


Related Articles

  1. Peter Bosz's Challenging Preseason at PSV
  2. Mondiali 2026: Mbappé trascina la Francia contro la Svezia
Bagikan: