
4 Hal Penting Dari Kemenangan Kuat Kroasia atas Panama di Piala Dunia
June 24, 2026 · Global
Kroasia mengamankan kemenangan penting 1-0 atas Panama, menjaga harapan mereka di Piala Dunia. Pertandingan ini menunjukkan ketahanan Kroasia dan menyoroti penampilan kunci, khususnya dari Luka Modrić dan Ante Budimir.
Setelah babak pertama yang kurang menggigit, Kroasia berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Panama di Toronto, memberikan mereka tiga poin berharga di Piala Dunia — satu poin di belakang pemimpin Grup L, Inggris, dan Ghana yang sebelumnya bermain imbang 0-0. Kemenangan ini membuat Kroasia, Inggris, dan Ghana memiliki peluang besar pada hari terakhir pertandingan grup, di mana kemenangan bisa membawa salah satu dari mereka berada di puncak grup. Sementara itu, bagi Panama, perjalanan mereka terhenti di sini meski sudah berjuang keras. Berikut adalah beberapa hal penting dari pertandingan ini:
-
Kroasia Terbangun Dari Tidur
Ketika Kroasia bangkit, mereka bisa sangat berbahaya. Gol satu-satunya dalam pertandingan ini membuktikan hal itu. Awal pertandingan menunjukkan Panama tampil lebih tenang dan kreatif dalam menyerang Kroasia melalui serangan balik. Pelatih Panama, Thomas Christiansen, telah mengorganisir timnya dengan baik dan memberikan ancaman dari sisi sayap. Namun, seiring berjalannya waktu, Kroasia — yang merupakan finalis pada 2018 dan peringkat ketiga pada 2022 — mulai menguasai permainan, meski Panama tetap memiliki peluang terbaik untuk mencetak gol. Di akhir babak pertama, skor tetap tanpa gol. Zlatko Dalić menginstruksikan timnya untuk meningkatkan intensitas, dan mereka pun memenuhi harapan tersebut. Berkat pemain pengganti Ante Budimir, yang mencetak gol pertamanya untuk timnas setelah setahun, Kroasia berhasil memimpin. Gol tersebut merupakan hasil umpan silang luar biasa dari Josip Stanisic. Meskipun Panama berjuang keras, itu tidak cukup untuk menghentikan Kroasia. Dalić sadar bahwa mereka perlu tampil lebih baik lagi menghadapi Ghana di Philadelphia. -
Modrić Bergabung Dengan Kaum Elite
Di turnamen yang dipenuhi pemain veteran, Luka Modrić dari Kroasia mendapatkan sorotan. Gelandang berusia 40 tahun ini telah mencatatkan penampilan ke-200 untuk timnasnya, bergabung dengan Cristiano Ronaldo, Bader Al-Mutawa, dan Lionel Messi. Ini adalah pencapaian luar biasa dari salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola modern. Selama 80 menit, Modrić kembali menunjukkan performa yang sangat baik, mengendalikan permainan dan menjadi jenderal lapangan.

-
Cristian Martínez Dari Panama Membuat Malam Yang Tak Terlupakan
Meskipun kalah, Panama menunjukkan semangat juang yang tinggi, berkat penampilan Cristian Martínez di sayap kanan. Gelandang yang bermain untuk klub Israel, Ironi Kiryat Shmona, tidak gentar melawan Joško Gvardiol dan tampil konsisten menghadapi bek Manchester City tersebut. Momen ini adalah kesempatan emas bagi Martínez setelah sebelumnya gagal tampil di Piala Dunia 2018 dan 2022. Meskipun Panama tersingkir, mereka bisa merasa bangga dengan penampilan malam ini. -
Kroasia Harus Lebih Berbahaya di Dalam Kotak Penalti
Kroasia memang berhasil menang dan memiliki lebih banyak peluang, tetapi Panama lebih banyak menciptakan peluang di dalam kotak penalti. Kroasia tampak ragu untuk memasuki zona berbahaya dan justru mengundang lawan untuk menyerang. Untuk pertandingan mendatang, terutama jika mereka melaju ke babak knockout, Kroasia harus lebih agresif baik dalam menyerang maupun mempertahankan.
Grup L masih sangat ketat. Kroasia, yang kini mengantongi tiga poin, akan berhadapan dengan Ghana yang memiliki empat poin pada hari Sabtu di Philadelphia, bersamaan dengan pertandingan Inggris melawan Panama di New York New Jersey Stadium.