Bola Indonesia Official
BolaINDONESIAEN
WC 2026 🏆
GK+
Xabi Alonso Mengungkapkan Pengalaman Pahit di Real Madrid: ‘Saya
Piala Dunia Klub (club World Cup)

Xabi Alonso Mengungkapkan Pengalaman Pahit di Real Madrid: ‘Saya

August 3, 2026 ·

Bagikan:

Xabi Alonso merefleksikan masa sulitnya sebagai pelatih Real Madrid, mengakui pelajaran yang didapat dan menyatakan motivasinya untuk peran barunya di Chelsea.

Xabi Alonso Mengungkapkan Pengalaman Pahit di Real Madrid: ‘Saya

Menurut Sports.

Latar belakang

Xabi Alonso, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih Real Madrid, kini bersiap untuk tantangan baru di Chelsea. Pengalamannya di Madrid, meskipun singkat, memberikan perspektif berharga yang dapat membantunya dalam mengelola tim di Premier League. Dengan latar belakangnya sebagai mantan pemain top, Alonso diharapkan dapat membawa pendekatan yang segar dan efektif di Stamford Bridge.

Mengapa ini penting

Pengalaman Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi pelatih di klub dengan ekspektasi tinggi. Meskipun memiliki persentase kemenangan yang mengesankan, hasil akhir yang tidak memuaskan menunjukkan betapa ketatnya standar di Santiago Bernabéu. Ini juga menyoroti bagaimana tekanan di klub besar dapat mempengaruhi hubungan dengan pemain dan performa tim secara keseluruhan.

Poin Utama

  • Xabi Alonso Mengungkapkan Pengalaman Pahit di Real Madrid: ‘Saya.
  • Xabi Alonso merefleksikan masa sulitnya sebagai pelatih Real Madrid, mengakui pelajaran yang didapat dan menyatakan motivasinya untuk peran barunya di Chelsea.
  • Xabi Alonso opens up on Real Madrid setback: ‘I got a scar, but it has healed’.

Xabi Alonso mengungkapkan bahwa masa jabatannya sebagai pelatih Real Madrid di paruh pertama musim lalu merupakan salah satu periode paling membingungkan dalam sejarah klub. Pelatih asal Spanyol ini diangkat pada awal musim 2025-26 untuk menggantikan Carlo Ancelotti, dan awalnya, langkahnya di klub tampak menjanjikan, terutama saat mengikuti Piala Dunia Klub. Namun, seiring berjalannya waktu, Xabi kehilangan kendali dan hubungan baik dengan pemain, hingga akhirnya mengundurkan diri setelah kekalahan di Supercopa de España melawan Barcelona. Dalam waktu kurang dari 233 hari, dia harus meninggalkan kursi kepelatihan di Santiago Bernabéu. Meskipun meraih persentase kemenangan di atas 70 persen, hasil itu tidak cukup untuk memenuhi standar tinggi yang diterapkan oleh Madrid.

Dalam sebuah wawancara dengan The Athletic, Alonso merenungkan kekecewaannya atas masa jabatannya yang singkat sebagai pelatih Real Madrid. Dia mengakui bahwa pengalaman tersebut meninggalkan bekas luka yang jarang terjadi dalam kariernya yang luar biasa. Namun, alih-alih menyalahkan klub atau menunjukkan rasa pahit, mantan gelandang Madrid ini menggambarkan pengalaman tersebut sebagai pelajaran menyakitkan yang membuatnya lebih kuat untuk tantangan baru di Chelsea. "Syukurlah, tidak banyak bekas luka dalam karier saya," ungkap Alonso. "Jadi, saya mendapatkan bekas luka, tetapi itu telah sembuh. Sekarang saya sangat termotivasi dan bertekad untuk menikmati langkah berikutnya seperti saat saya memulai di Madrid," jelasnya.

Image

Pernyataan tersebut menunjukkan banyak hal tentang karakter Alonso. Dia mengerti bahwa pelatih di Real Madrid dinilai dengan cara yang berbeda. Hasil yang baik saja jarang cukup di klub Spanyol tersebut, dan hubungannya dengan pemain mungkin menjadi masalah yang lebih besar. Alonso juga mengakui bahwa pengalaman ini memaksanya untuk memeriksa keputusan yang diambilnya sendiri, alih-alih hanya fokus pada faktor-faktor di luar kendalinya. "Melihat kembali, saya mengambil sisi positif dan hal-hal yang tidak berjalan dengan baik," ujarnya. "Saya sangat kritis terhadap diri sendiri, memikirkan apa yang bisa saya lakukan lebih baik karena semuanya tidak berjalan sesuai harapan."

Spanyol ini menyarankan bahwa masalah yang dihadapi tidak terbatas pada satu area. Adaptasinya, ide taktis, dan hubungan dengan skuad semuanya merupakan bagian dari penilaian. "Ada banyak pengalaman, adaptasi yang harus saya lakukan, beberapa hal yang berhasil dan beberapa yang tidak dalam hal permainan, dalam hal manajemen pemain," tambah Alonso. "Ini adalah campuran dari semuanya," tutupnya.

Meskipun masa jabatannya di Real Madrid tidak memiliki puncak prestasi seperti saat dia menjadi pemain, Alonso tetap menunjukkan rasa hormat terhadap klub. Kata-katanya sangat seimbang dan matang tanpa harus menyalahkan pihak lain. Kesuksesannya sebelumnya di Bayer Leverkusen membuktikan kualitas kepelatihannya, tetapi Madrid memberikan realitas baru tentang bagaimana mengelola ruang ganti yang lebih besar dalam segala hal. Sekarang, saat ia memulai babak baru di Chelsea, Xabi berharap pelajaran yang didapat dari pengalaman tersebut akan membantunya melakukan pekerjaannya dengan lebih baik di London. Chelsea memiliki skuad muda yang bisa berkembang di bawah kendali pelatih asal Spanyol ini, dan masih harus dilihat bagaimana performa Chelsea di bawah Xabi Alonso.

Apa yang terjadi selanjutnya

Dengan Alonso kini berfokus pada perannya di Chelsea, banyak yang berharap dia dapat menerapkan pelajaran yang didapat dari masa jabatannya di Real Madrid. Musim ini, Chelsea diharapkan dapat meraih hasil yang lebih baik di liga, dan kehadiran Alonso bisa menjadi faktor kunci dalam meningkatkan performa tim. Sementara itu, Real Madrid akan terus mencari pelatih yang dapat memenuhi harapan tinggi mereka, terutama setelah kekalahan di Supercopa de España melawan Barcelona.

Frequently Asked Questions

Apa yang terjadi pada Xabi Alonso di Real Madrid?

Xabi Alonso mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid setelah kekalahan di Supercopa de España melawan Barcelona, setelah menjabat kurang dari 233 hari.

Apa persentase kemenangan Xabi Alonso saat melatih Real Madrid?

Xabi Alonso meraih persentase kemenangan di atas 70 persen selama masa jabatannya di Real Madrid.

Bagaimana dampak hasil Xabi Alonso terhadap posisi Real Madrid di tabel?

Meskipun memiliki persentase kemenangan yang tinggi, hasilnya tidak cukup untuk memenuhi standar tinggi yang diterapkan oleh Real Madrid, yang menyebabkan Alonso dipecat.

Siapa yang menggantikan Xabi Alonso di Real Madrid?

Xabi Alonso diangkat sebagai pelatih Real Madrid untuk menggantikan Carlo Ancelotti pada awal musim 2025-26.

Apa rencana Xabi Alonso setelah meninggalkan Real Madrid?

Setelah meninggalkan Real Madrid, Xabi Alonso menyatakan bahwa ia termotivasi untuk menghadapi tantangan baru di Chelsea.

Berita Terkait

Piala Dunia Klub (club World Cup)
Bagikan: