
Siapa Calon Pengganti Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA?
August 4, 2026 ·
Tekanan semakin meningkat pada Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA, dengan beberapa nama calon pengganti yang potensial, termasuk Victor Montagliani, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, dan Nasser Al-Khelaifi.
Siapa Calon Pengganti Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA?
Menurut Bbc.
Latar belakang
Victor Montagliani, sebagai Presiden Concacaf, memiliki latar belakang yang kuat dalam pengelolaan sepak bola internasional dan dikenal karena reformasi tata kelola yang dijanjikannya. Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Presiden AFC, juga memiliki rekam jejak yang baik dalam memimpin konfederasi Asia dan berkontribusi pada perkembangan sepak bola di kawasan tersebut. Keduanya dapat menjadi alternatif yang menarik bagi FIFA dalam menghadapi tantangan kepemimpinan saat ini.
Mengapa ini penting
Situasi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA semakin genting, terutama setelah rencana kontroversialnya untuk menjual sebagian hak FIFA kepada investor swasta dibatalkan. Dengan dukungan dari beberapa asosiasi nasional yang mulai menghilang, masa depan kepemimpinannya menjadi tidak pasti. Pemilihan kembali yang dijadwalkan pada bulan Maret akan menjadi momen krusial untuk menentukan arah FIFA ke depan, terutama dalam konteks pertumbuhan dan reformasi yang dibutuhkan dalam organisasi internasional ini.
Poin Utama
- Siapa Calon Pengganti Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA?.
- Tekanan semakin meningkat pada Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA, dengan beberapa nama calon pengganti yang potensial, termasuk Victor Montagliani, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, dan Nasser Al-Khelaifi.
- Fifa president next candidates: Who might replace Gianni Infantino in world football's top job?.
Gianni Infantino, Presiden FIFA saat ini, berada dalam posisi yang semakin tertekan. Setelah mencabut rencana kontroversial untuk menjual sebagian hak FIFA kepada investor swasta, Infantino kini menghadapi tantangan besar menjelang pemilihan kembali yang dijadwalkan pada bulan Maret. Untuk memenangkan pemilihan tersebut, ia memerlukan dukungan dari 106 anggota FIFA yang berjumlah 211. Namun, beberapa asosiasi nasional, termasuk yang berasal dari Inggris dan Wales, mulai menarik dukungan untuknya. Ada kemungkinan bahwa Dewan FIFA dapat memanggil pertemuan darurat untuk memaksa Infantino mundur dari jabatannya.
Jika ini menjadi awal dari akhir masa jabatannya, siapa yang mungkin mengambil alih posisinya? Salah satu nama yang muncul adalah Victor Montagliani, Presiden Concacaf yang mengatur sepak bola di Amerika Utara, Tengah, dan Karibia. Montagliani, yang terpilih pada tahun 2016 dengan janji reformasi tata kelola, memiliki pengalaman yang luas dalam mengorganisir Piala Dunia 2026, yang akan menjadi yang pertama diselenggarakan oleh tiga negara. Dengan kemampuan berbahasa Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris, Montagliani dikenal sebagai sosok politik yang kuat di dunia sepak bola.
Selanjutnya, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Presiden AFC, telah menjabat sejak 2013 dan baru saja terpilih kembali tanpa lawan untuk periode keempat hingga 2027. Di bawah kepemimpinannya, konfederasi Asia telah mengalami pertumbuhan signifikan, termasuk peluncuran Liga Champions Wanita pada 2024-2025. Sheikh Salman menjadi salah satu suara yang kritis terhadap cara Infantino menjalankan FIFA, dan banyak anggota konfederasi Asia yang menyadari dampak dari rencana yang diajukan oleh Infantino.

Nasser Al-Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain, juga menjadi nama yang diperhitungkan. Dia mengambil alih sebagai ketua Asosiasi Klub Eropa setelah kegagalan Liga Super Eropa. Di bawah kepemimpinannya, asosiasi ini telah berkembang menjadi lebih dari 800 anggota. Meskipun dia dianggap sebagai pesaing serius untuk posisi Presiden FIFA, sumber dekat Al-Khelaifi menyebutkan bahwa dia sebenarnya tidak menginginkan jabatan tersebut.
Mattias Grafstrom, yang diangkat sebagai Sekretaris Jenderal FIFA pada Mei 2024, juga mendapatkan perhatian. Sebagai mantan kepala staf Infantino, keberadaannya di dalam FIFA bisa dianggap terlalu dekat dengan Infantino, dan ada pandangan bahwa presiden FIFA selanjutnya perlu berasal dari luar Eropa.
Pemilihan presiden FIFA berikutnya akan dilakukan pada Kongres ke-77 organisasi tersebut yang akan diadakan di Maroko pada bulan Maret mendatang. Calon-calon memiliki waktu hingga 18 November untuk mendaftarkan nama mereka.
Apa yang terjadi selanjutnya
Jika Infantino terpaksa mundur, nama-nama seperti Victor Montagliani dan Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa akan menjadi kandidat kuat untuk menggantikan posisinya. Montagliani, dengan pengalaman dalam mengorganisir Piala Dunia 2026, dan Sheikh Salman, yang telah memimpin AFC dengan sukses, dapat membawa perubahan yang diperlukan di FIFA. Pertemuan darurat Dewan FIFA mungkin diadakan untuk membahas langkah selanjutnya, yang bisa berdampak besar pada struktur kepemimpinan FIFA di masa depan.
Frequently Asked Questions
Apa yang terjadi dengan Gianni Infantino?
Gianni Infantino, Presiden FIFA saat ini, menghadapi tekanan setelah mencabut rencana untuk menjual sebagian hak FIFA kepada investor swasta dan kehilangan dukungan dari beberapa asosiasi nasional.
Siapa yang mengonfirmasi tantangan bagi Infantino?
Beberapa asosiasi nasional, termasuk yang berasal dari Inggris dan Wales, mulai menarik dukungan untuk Gianni Infantino.
Mengapa pemilihan kembali Infantino menjadi penting sekarang?
Pemilihan kembali Infantino dijadwalkan pada bulan Maret, dan ia memerlukan dukungan dari 106 anggota FIFA untuk memenangkan pemilihan tersebut.
Apa perubahan yang mungkin terjadi jika Infantino mundur?
Jika Infantino mundur, Victor Montagliani dan Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa adalah dua calon potensial yang mungkin mengambil alih posisinya.
Siapa calon pengganti yang disebutkan dalam artikel?
Calon pengganti yang disebutkan adalah Victor Montagliani, Presiden Concacaf, dan Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Presiden AFC.