Bola Indonesia Official
BolaINDONESIAEN
WC 2026 🏆
GK+
Gianni Infantino Dituduh Berhubungan dengan Pegawai UEFA dan Membayar
Piala Dunia 2026 (fifa World Cup 2026)

Gianni Infantino Dituduh Berhubungan dengan Pegawai UEFA dan Membayar

August 9, 2026 ·

Bagikan:

Gianni Infantino, presiden FIFA, dituduh memiliki hubungan dengan seorang pegawai wanita UEFA dan membayar kompensasi serta pendidikan MBA-nya. Infantino membantah tuduhan tersebut secara tegas.

Gianni Infantino Dituduh Berhubungan dengan Pegawai UEFA dan Membayar

Mengapa ini penting

Tuduhan terhadap Gianni Infantino ini menambah tekanan pada presiden FIFA yang sudah berada di bawah sorotan publik. Dengan adanya dugaan hubungan yang tidak pantas dan dukungan finansial untuk pegawai UEFA, reputasi Infantino sebagai pemimpin FIFA bisa terancam, terutama di tengah kritik terhadap rencananya yang kontroversial. Ini juga menyoroti isu transparansi dan etika dalam organisasi sepak bola internasional.

Latar belakang

Gianni Infantino, yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA, kini menghadapi tuduhan serius yang dapat mempengaruhi posisinya di FIFA. Tuduhan ini muncul di saat Infantino sedang berjuang untuk mempertahankan dukungan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diusulkannya, termasuk rencana untuk melibatkan investor swasta dalam kegiatan komersial FIFA.

Poin Utama

  • Gianni Infantino Dituduh Berhubungan dengan Pegawai UEFA dan Membayar.
  • Gianni Infantino, presiden FIFA, dituduh memiliki hubungan dengan seorang pegawai wanita UEFA dan membayar kompensasi serta pendidikan MBA-nya.
  • 'Nieuwe beschuldigingen richting Infantino: UEFA betaalde 'geliefde''.
Gianni Infantino, presiden FIFA, kembali menghadapi tuduhan serius yang memerlukan penjelasan. Menurut laporan dari The Telegraph, Infantino diduga menjalin hubungan dengan seorang pegawai wanita saat menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA. Setelah pegawai tersebut meninggalkan UEFA, dia dilaporkan menerima kompensasi pemutusan kerja yang mencapai enam angka dan juga mendapatkan dukungan finansial untuk pendidikan MBA-nya. Infantino secara tegas membantah tuduhan ini.

Kasus ini muncul di saat yang sensitif bagi Infantino, yang sebelumnya sudah mendapatkan banyak kritik atas rencananya untuk FIFA Forward Enterprise (FFE), yang memungkinkan investor swasta untuk memiliki saham dalam kegiatan komersial seputar turnamen besar FIFA. Penolakan terhadap rencana ini telah membuat Infantino berada dalam sorotan yang lebih besar.

The Telegraph mengungkapkan bahwa Infantino dikabarkan telah membantu pegawai tersebut untuk mendapatkan promosi selama masa hubungan mereka. Pegawai tersebut diduga berpindah dari posisi administratif ke posisi manajerial, dengan tambahan gaji sekitar 30 persen, sehingga total gajinya mencapai sekitar 160.000 franc Swiss per tahun, atau setara 170.000 euro.

Image

Di samping itu, UEFA juga dilaporkan telah memberikan pembayaran yang signifikan kepada wanita tersebut setelah terkuaknya situasi ini. Laporan menyebutkan bahwa kompensasi pemutusan kerja tersebut mencapai setidaknya enam angka. Tuduhan mengenai hubungan ini pertama kali dibahas oleh mantan presiden UEFA, Michel Platini, yang pada saat itu adalah atasan Infantino. Platini kabarnya memberi pilihan kepada Infantino untuk memilih antara tetap bersama pegawai tersebut atau meninggalkan UEFA; akhirnya, pegawai itu yang memilih untuk pergi.

Setelah kepergian pegawai tersebut, Infantino dilaporkan menggunakan jaringan kerjanya untuk membantunya mendapatkan pekerjaan baru. UEFA telah mengonfirmasi bahwa pegawai tersebut memang mendapatkan pembayaran untuk pemutusan kerjanya, serta dukungan biaya pendidikan untuk MBA-nya dari sekolah bisnis lokal, dengan total biaya mencapai lebih dari 52.000 euro.

Sementara UEFA mengakui pembayaran tersebut, FIFA membantah adanya hubungan antara Infantino dan pegawai itu. Seorang juru bicara yang mewakili Infantino menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Pihak FIFA juga menegaskan bahwa tidak ada pegawai UEFA atau FIFA yang pernah mengajukan keluhan tentang perilaku Infantino.

Infantino memulai karirnya di UEFA pada tahun 2000 dan berhasil naik hingga menjadi sekretaris jenderal. Dia terpilih sebagai presiden FIFA pada tahun 2016 dan terus menjalankan tugas tersebut hingga saat ini. Pemilihan presiden FIFA selanjutnya dijadwalkan akan berlangsung pada Maret 2027.

Apa yang terjadi selanjutnya

Infantino diharapkan akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tuduhan ini, terutama mengingat dampaknya terhadap citra FIFA dan UEFA. Jika tuduhan ini terus berkembang, bisa jadi akan ada penyelidikan lebih lanjut yang melibatkan badan pengawas independen. Ini juga bisa mempengaruhi rencana dan kebijakan FIFA ke depan, termasuk inisiatif seperti FIFA Forward Enterprise.

Frequently Asked Questions

Apa tuduhan yang dihadapi Gianni Infantino?

Gianni Infantino dituduh menjalin hubungan dengan seorang pegawai wanita saat menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA dan membayar biaya sekolahnya.

Siapa yang mengonfirmasi tuduhan ini?

Tuduhan ini pertama kali dibahas oleh mantan presiden UEFA, Michel Platini, yang merupakan atasan Infantino saat itu.

Mengapa tuduhan ini muncul sekarang?

Kasus ini muncul di saat yang sensitif bagi Infantino, yang telah mendapatkan banyak kritik atas rencananya untuk FIFA Forward Enterprise (FFE).

Apa perubahan yang terjadi terkait pegawai tersebut?

Pegawai tersebut dilaporkan mendapatkan promosi dari posisi administratif ke posisi manajerial dengan tambahan gaji sekitar 30 persen.

Berapa jumlah kompensasi yang diterima pegawai tersebut?

Pegawai tersebut dilaporkan menerima kompensasi pemutusan kerja yang mencapai setidaknya enam angka.

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terkait

Piala Dunia 2026 (fifa World Cup 2026)
Bagikan: