Cesc Fabregas: Nico Paz diibaratkan seperti Kaka, terpengaruh oleh
August 8, 2026 ·
Cesc Fabregas, pelatih Como, memuji Nico Paz yang ia bandingkan dengan Kaka, serta menjelaskan alasan tidak tertarik untuk melatih klub-klub besar seperti Inter, Napoli, atau Roma.
Cesc Fabregas: Nico Paz diibaratkan seperti Kaka, terpengaruh oleh
Menurut Sports.
Latar belakang
Cesc Fabregas, mantan bintang sepak bola, kini berperan sebagai pelatih di Como 1907, di mana ia telah membawa klub tersebut meraih kesuksesan luar biasa. Dengan pengalamannya di klub-klub besar seperti Barcelona dan Chelsea, Fabregas memiliki wawasan yang mendalam tentang pengembangan pemain, termasuk Nico Paz, yang ia bandingkan dengan Kaka, legenda AC Milan.
Mengapa ini penting
Cesc Fabregas, sebagai pelatih Como 1907, telah berhasil membawa klub tersebut dari Serie B ke Liga Champions dalam waktu tiga tahun, menunjukkan kemampuannya dalam mengelola dan mengembangkan pemain muda seperti Nico Paz. Dengan membandingkan Paz dengan Kaka, Fabregas menyoroti potensi besar yang dimiliki pemain muda ini, yang dapat menjadi bintang di Serie A. Keberhasilan Como juga mencerminkan dampak positif dari investasi yang dilakukan oleh pemilik klub asal Indonesia.
Poin Utama
- Cesc Fabregas: Nico Paz diibaratkan seperti Kaka, terpengaruh oleh.
- Cesc Fabregas, pelatih Como, memuji Nico Paz yang ia bandingkan dengan Kaka, serta menjelaskan alasan tidak tertarik untuk melatih klub-klub besar seperti Inter, Napoli, atau Roma.
- Fabregas: ‘Como unprecedented, Nico Paz like Kaka, Mourinho and Conte taught me’ - Yahoo Sports.
Cesc Fabregas, pelatih klub Como, baru-baru ini memberikan wawancara kepada La Gazzetta dello Sport, di mana ia membandingkan pemain muda Nico Paz dengan legenda AC Milan, Kaka. Dalam wawancara tersebut, Fabregas juga menjelaskan bagaimana pengaruh pelatih ternama seperti Jose Mourinho dan Antonio Conte membentuk pandangannya dalam melatih.
Selama tiga tahun terakhir, Fabregas telah membawa Como dari Serie B ke tingkat kompetisi Liga Champions. Banyak yang menilai bahwa investasi besar dari pemilik klub asal Indonesia menjadi salah satu faktor utama keberhasilan tersebut. Namun, Fabregas menegaskan bahwa pertumbuhan klub ini terjadi dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. "Memang benar Como mengeluarkan uang, tetapi pertumbuhan klub ini sangat luar biasa. PSG menghabiskan ratusan juta dan harus menunggu 15 tahun untuk memenangkan Liga Champions, sementara Arsenal menunggu tujuh tahun untuk meraih Premier League. Saya tidak terlalu memperhatikan uang yang dihabiskan, tetapi lebih pada bagaimana mengoptimalkan potensi skuad dan individu," ujarnya.
Fabregas juga mengungkapkan bahwa ia telah didekati oleh klub-klub besar seperti Inter, Milan, Napoli, dan Roma dalam setahun terakhir untuk membahas kemungkinan bergabung dengan mereka. Namun, ia menegaskan tidak akan mengubah keputusannya untuk tetap di Como. "Ketika saya membuat keputusan, saya tidak akan mengubahnya. Saya selalu jelas dengan Presiden saya. Saya mendengarkan orang lain sebagai bentuk penghormatan, karena itu juga memungkinkan saya untuk menjelaskan alasan saya," tambahnya.
Salah satu investasi penting yang dilakukan Como adalah membeli sisa 50 persen hak Nico Paz dari Real Madrid, meskipun klub raksasa Spanyol tersebut memiliki klausul buy-back. "Nico Paz memiliki segalanya, fisik dan kualitas. Ketika saya berbicara dengannya, saya mencoba memahami seberapa besar keinginannya untuk mencapai puncak. Jika saya berbicara padanya dan dia melihat ke arah lain, saat itulah saatnya untuk melepaskannya. Nico memiliki keberanian, visi, dan ambisi yang luar biasa. Dia baru berusia 21 tahun, tetapi seolah-olah dia sudah bermain selama satu dekade. Seperti semua pemain muda, Anda perlu terus mendorongnya untuk membantu pengembangan dirinya sebagai pemain dan sebagai individu," jelas Fabregas.
Mengenai perbandingan Nico Paz dengan Kaka, Fabregas mengakui ada beberapa perbedaan. "Kaka sedikit lebih eksplosif, dia memiliki dorongan ke depan yang sulit dihentikan, seperti yang dimiliki Andres Iniesta. Namun, Nico lebih fisik, lebih posisi, dan lebih statis, tetapi dia tahu bagaimana memanfaatkan tubuhnya dengan cara yang berbeda. Dia memiliki pemikiran untuk mencetak gol, umpan akhir yang bagus, dan mulai memahami permainan dengan lebih baik. Dia adalah talenta yang menjanjikan," ujar Fabregas.
Ketika ditanya siapa pemain terbaik di Serie A saat ini, Fabregas memilih kapten Inter, Lautaro Martinez, sebagai "puncak" dari Calcio saat ini. Sebagai mantan pemain, Fabregas mengakui banyak belajar dari pelatih-pelatih yang pernah ia hadapi. "Mourinho sering bermain dengan pikiranku, dia melakukan sesuatu padaku yang dia tahu tidak akan berhasil dengan orang lain. Dia sangat cerdas. Conte juga merupakan pelatih yang tidak membiarkan siapa pun menganggap remeh situasi, setiap pemain diperlakukan sama. Dia memiliki visi yang kuat," tutupnya.

Apa yang terjadi selanjutnya
Fabregas menegaskan komitmennya untuk tetap di Como meskipun ada tawaran dari klub-klub besar Serie A seperti Inter, Napoli, dan Roma. Ini menunjukkan bahwa ia ingin terus membangun proyek jangka panjang di Como dan mengoptimalkan potensi skuadnya. Dengan perkembangan yang pesat, Como bisa menjadi kekuatan baru di Serie A, dan Fabregas berperan penting dalam perjalanan tersebut.
Frequently Asked Questions
Apa yang dikatakan Cesc Fabregas tentang Nico Paz?
Cesc Fabregas membandingkan Nico Paz dengan legenda AC Milan, Kaka, dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport.
Siapa yang mempengaruhi pandangan pelatihan Fabregas?
Fabregas menyebutkan bahwa pelatih ternama seperti Jose Mourinho dan Antonio Conte telah mempengaruhi pandangannya dalam melatih.
Mengapa Fabregas memilih untuk tetap di Como?
Fabregas menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah keputusannya untuk tetap di Como meskipun didekati oleh klub-klub besar.
Apa yang dicapai Como di bawah pelatihan Fabregas?
Di bawah pelatihan Fabregas, Como telah berhasil naik dari Serie B ke tingkat kompetisi Liga Champions dalam tiga tahun terakhir.
Apa yang menjadi faktor keberhasilan Como menurut Fabregas?
Fabregas menyebutkan bahwa investasi besar dari pemilik klub asal Indonesia menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Como.